Rabu, 28 November 2012

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 4

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 07.01.00

Peristiwa ketiga

            Hal ini masih berkaitan dengan keinginan ane singgah dipulau tetangga. Hingga suatu hari ane bilang ke ibu “ibu, ane ingin banget pergi ke paris lihat menara Eiffel tapi mahal banget pesawat aja 20 juta”. Ibu Cuma diam sejenak dan bilang “jauh lebih baik sebelum kesana singgahlah di mekkah untuk haji atau hanya sekedar umroh”. Mulai saat itu ane mulai ubah susunan pulau yang ingin ane kunjungi, posisi paris ane ganti menjadi mekkah.
            Lama setelah percakapan dengan ibu tentang Paris, tiba-tiba ibu bilang “de, ibu pengen banget pergi haji tahun depan”. bleggggg jantung rasanya terhentak seketika, “ibu jika haji ane belum berani janji untuk berangkat tahun depan, maafkan ane”. Lagi-lagi ibu hanya diam dan berkata “umroh gimana de ? biayanya sekitar 13 juta”. Dalam batin sebelum mengucapkan ane bilang bismillah “ibu jika umroh insyaallah, tapi maaf sepertinya tidak bisa tahun depan. Ade mohon izinkan untuk nabung 1 tahun dan ibu bantu doain ade diberikan rizki yang cukup”.
            “ya Allah, Engkau maha tau pendapatan dan pengeluaran ku setiap bulannya. Ane tak yakin bisa nabung sebesar itu nominalnya, ya Allah tapi ane sangat yakin kuasa mu lebih besar, ane mohon ya Allah izinkan ane bisa membawa beliau kerumah-Mu untuk ibadah”. Hanya itu yang kuucapkan sebelum ku istirahat.


           
Mulai saat itu aku mulai giat nabung dan meminta restu ke ibu untuk selalu mendoakan langkahku dalam mencari rezeki. Setelah 2 tahun kerja hingga sekarang aku baru bisa mengumpulkan setengah dari nominal biayanya. Masih cukup banyak puing puing rupiah yang harus ane kumpulkan.
            Suatu hari, ibu ane sakit (post sebelumnya “keberadaanmu”) dan ane gak kuat ngeliatnya. Saat itu ane berpikir, ibu gak mungkin pergi umroh sendiri, harus bersama ayah. Ane gak mungkin tega ngeliat ibu pergi sendiri ditengah keramaian orang dari belahan manapun. Hingga akhirnya muncul pikiran “ya Allah biaya umroh pun harus ane kalikan dua, wow nominal yang mencenggangkan. Ane mohon ya Allah cukupkan rizki yang ane dapet !!”.
            Ane sudah merasakan gejolak di batin. Sebelum terjadi lebih jauh, ane memberanikan diri cerita ke abang ane tentang keinginan ibu. Alhamdullillah, beliau bersedia membagi tiga tanggungan tersebut dengan satu kakak perempuan ane. Walau sayangnya, hal itu belum disetujui  oleh kakak perempuan ane. Setidaknya ane yakin bahwa ibu dan ayah bisa berangkat.
            Malam hari setelah percakapan dengan abang, ane bilang ke ibu “ibu, doakan kami untuk memberangkatkanmu, namun ane minta maaf semua yang ane berikan sebelumnya sepertinya harus dijual untuk mendapatkan nominal tersebut”. Ibu hanya diam dan menggangguk. Ane pun langsung masuk kamar lagi.
            “ya Allah, ane gak tega lihat muka ibu. Ibu sepertinya sedih jikalau semua itu dijual, adakah cara lain ya Allah ? beri ane kesempatan tidak melukai perasaan ibu”. Pinta ane sesaat shalat hajat dan lagi-lagi terlelap dalam tidur.
            Ane gak tau sampai kapan lagi harus nabung hingga membuat nominal tersebut, ane cuma takut telat mengabulkan permintaan ibu. “ya Allah izinkan ane membawa beliau kerumah-Mu, izinkn ane mengabulkan permintaan beliau dan berikan kesempatan itu ya Allah”. Hanya itu yang bisa ane selipkan setiap saat.
            Seling 1 bulan dari hal tersebut, kami dikejutkan dengan hal yang luar biasa. Ayah dan ibu mendapatkan rizki dari pintu yang lain bukan dari ane sebagai anaknya. Rizki itu bisa membawa umroh ibu dan ayah tanpa perlu menunggu ane menabung sekian bulan lagi, tanpa menjual semua hal yang ane berikan.
            “subhanallah subhanallah subhanallah, ya Allah kuasa-Mu begitu nyata dan begitu mudah Engkau kabulkan pinta kami. Ya Allah ane mengucapkan syukur atas segalanya. Ya Allah permudah beliau untuk pendaftaran dan berangkat serta beri beliau kesehatan” sesaat setelah shalat magrib.

0 Ocehan:

Posting Komentar

 

Bocah Psikologi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review