Kamis, 29 November 2012

Pikiran, Batin dan Angan ...

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 14.46.00 0 Ocehan
Alhamullillah masih ada topik yang bisa dituliskan.

          29 november 2012, hari ini gejolak batin mencuat-cuat semakin tak terdefinisikan. Entah apa yang terjadi antara pikiran, batin dan angan melambung tinggi. hmm batin ini semakin tak menentu semenjak satu minggu terakhir. Segala sesuatu yang terjadi sulit sekali ane berikan makna atas peristiwa tersebut.
          Saat itu membuat ane semakin dewasa dalam menyikapi kehidupan yang sangat unik dan penuh misteri Illahi.Satu persatu sedang diterjemahkan dengan berbagaai fakta kehidupan yang telah ane alami. Begitu banyak keajaiban yang ane temukan dalam pencarian fakta-fakta tersebut.
         Kesedihan saat itu tak pernah terasa oleh batin yang penuh gejolak ini. Semuanya tertutupi oleh rasa, asa dan angan dalam kehidupan. Tuhan terima kasih atas pelajaran yang Engkau berikan selama satu tahun tujuh bulan.Semuanya berhasil menguatkan ane mengarungi kehidupan hingga pelabuhan terakhir pada saat yang paling dinanti. 
         Kini julukan itu selalu melekat didiri dan tak ingin semuanya pergi begitu saja. Biarkan ini menjadi bagian dalam kehidupan mencapai pelabuhan terindah.Terima kasih Tuhan, Engkau membesarkan hati ini setelah pernah hati ini terjun bebas di lapang bebas.

Rabu, 28 November 2012

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 5

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 07.04.00 0 Ocehan

Peristiwa keempat

            Saat silaturahmi kerumah guru-guru SMP, ane dipesankan oleh salah satu guru “nak, mulai sisipkan lah doa untuk jodohmu yang bisa membawa mu ke surga Allah SWT”. Ane hanya senyum-senyum dan menjawab “iya bu, doain juga ya”.
            Setelah pulang, ane berdoa yang kebetulan waktu itu masih ada pasangan. “ya Allah jika boo jodoh ane maka permudahlah ane mempertahankannya”. Setiap saat ane meyelipkan itu, namun suatu hari ane menemukan sebuah artikel tentang cinta beda agama dan saat itu lah ane tersadar boo bukan tulang rusak ane.
            Beberapa tahun setelah itu, ane bersama dengan yang lainnya, lagi-lagi ane bilang “ya Allah jika dia tulang rusak ku maka pertahankan ini hingga waktunya tiba”, Allah SWT menjawab lain hubungan ini jauh lebih singkat dibanding boo. Beberapa minggu setelah itu tenyata beliau dinas ke luar kota untuk waktu yang belum pasti. Ane hanya bisa mengelus dada “ya Allah, Engaku begitu baik. Engkau tak ingin ane merasakan kesepian dengan ditinggal dinas sehingga Engkau meminta ane mengakhirnya”.


           

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 4

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 07.01.00 0 Ocehan

Peristiwa ketiga

            Hal ini masih berkaitan dengan keinginan ane singgah dipulau tetangga. Hingga suatu hari ane bilang ke ibu “ibu, ane ingin banget pergi ke paris lihat menara Eiffel tapi mahal banget pesawat aja 20 juta”. Ibu Cuma diam sejenak dan bilang “jauh lebih baik sebelum kesana singgahlah di mekkah untuk haji atau hanya sekedar umroh”. Mulai saat itu ane mulai ubah susunan pulau yang ingin ane kunjungi, posisi paris ane ganti menjadi mekkah.
            Lama setelah percakapan dengan ibu tentang Paris, tiba-tiba ibu bilang “de, ibu pengen banget pergi haji tahun depan”. bleggggg jantung rasanya terhentak seketika, “ibu jika haji ane belum berani janji untuk berangkat tahun depan, maafkan ane”. Lagi-lagi ibu hanya diam dan berkata “umroh gimana de ? biayanya sekitar 13 juta”. Dalam batin sebelum mengucapkan ane bilang bismillah “ibu jika umroh insyaallah, tapi maaf sepertinya tidak bisa tahun depan. Ade mohon izinkan untuk nabung 1 tahun dan ibu bantu doain ade diberikan rizki yang cukup”.
            “ya Allah, Engkau maha tau pendapatan dan pengeluaran ku setiap bulannya. Ane tak yakin bisa nabung sebesar itu nominalnya, ya Allah tapi ane sangat yakin kuasa mu lebih besar, ane mohon ya Allah izinkan ane bisa membawa beliau kerumah-Mu untuk ibadah”. Hanya itu yang kuucapkan sebelum ku istirahat.


           

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 3

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 06.45.00 0 Ocehan


Peristiwa kedua

            Ingin rasanya tidak menceritakan peristiwa ini karena sangat mengiris batin. Salah satu benda yang ane miliki hasil jeri payah selama 2 tahun dari hasil menabung keuntungan jualan ane harus rusak ditangan orang lain. Awalnya ane gak bisa terima sama sekali. Jika ane inget proses menabungnya ingin rasanya meneteskan air mata lagi. Malam itu ane cuma bilang sama Allah “ya Allah ajarkan ane ikhlas dan gugah lah hati beliau untuk bertanggung jawab atas benda tersebut”.
            Luar biasa Allah mengabulkannya langsung dipagi hari, beliau bertanggung jawab atas benda tersebut, namun sayang ane belum merasakan ikhlas atas hal tersebut. Lagi-lagi ane bilang sama Allah “ya Allah lapangkan hati ane dan izinkan ane bisa memperbaiki benda tersebut”. Butuh waktu sekitar 1 minggu untuk ane bisa menyadari semuanya dan belajar ikhlas. Selain itu, tak henti ane memohon “ya Allah beri aku kesempatan memperbaikinya”.
            Awal bulan alhamdullillah ane mendapat gaji yang bisa ane sisihkan  untuk memperbaiki benda tersebut. “ya Allah cukupkan uang ini”, itu pinta kesekian ane dan terus ane selipkan dalam setiap hal. Bulan kedua, ane mendapatkan kabar dari ibu “ane dapet arisan” (arisan bisa diminta untuk keluar namanya). Ane langsung berpikir ini kesempatan dari Allah. Alhasil ane langsung membelikan benda yang baru bukan memperbaikinya. Sebelum beli pun ane bilang lagi sama Allah “ya Allah temukan ane dengan benda yang ane cari”. Subhanallah ane dapet.
           

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 2

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 06.38.00 0 Ocehan


Peristiwa pertama

Ane ingin banget ngerasain pergi ke pulau tetangga menggunakn pesawat terbang. Saat itu kondisinya tidak mungkin jika ane meminta kepada keluarga. Ane inget banget email dari “Anne Ahira” yang bilang jangan pernah takut untuk bermimpi, beliau pun ingin sekali keliling dunia dan sekarang beliau sudsh merasakannya.
Saat itu ane cuma bilang sama Allah SWT “ya Allah, ane ingin banget bisa keliling pulau tetangga, cukupkan rizki ane dan izinkan ane merasakan bumi yang telah engkau ciptakan”. Setiap saat ane menyelipkan kalimat tersebut. Suata hari ane mendapatkan email tentang promo tiket pesawat, pertama kali ane cari yang murah ternyata gak dapet.
Setelah promo berapa kali, ane bilang lagi sama Allah “ya Allah, jika memang ane diizinkan untuk pergi temukan ane dengan kesempatan itu dengan mudah”. Dan subhanallah ane mendapatkan kesempatan tersebut. Hingga akhirnya ane berangkat ke pulau tetangga.
Setelah itu, ane bilang lagi sama Allah “ya Allah, terima kasih atas kesempatan-Mu, jika boleh temukan aku dengan kesempatan lain”. Perbincangan dengan Allah SWT cukup panjang dan semua itu membuahkan hasil, ane alhamdulliallah sudah ketiga pulau tetangga walau semuanya masih di Indonesia. Dan Ane ingin bilang lagi ke Allah “ya Allah jika boleh Engkau izinkan maka beri aku kesempatan ke pulau tetangga diluar Indonesia”.



Peristiwa kedua : 

Allah Dulu, Allah Lagi dan Allah Terus # 1

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 06.34.00 0 Ocehan


Alhamdullillah yang tak pernah henti jari ini untuk berbagai pengalaman.
            Beberapa bulan terakhir ini tepatnya setahun terakhir, ane lagi mencoba belajar menerapkan metode ust. Yusuf Mansyur yaitu tentang Allah sekarang, Allah lagi dan Allah terus. Ane yakin dari kalian sudah pernah mendengar tentang metode tersebut. Buat yang belum ini ane kasih link untuk dipahami sendiri. 


           

Selasa, 27 November 2012

Ceklist Whatsapp

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 16.00.00 2 Ocehan
alhamdullilah kesempatan ini singgah lagi pada blog tercinta.

          Sosial media semakin menjamur pada berbagai gadget di dunia. Mulai dari friendster (zaman ane SD),  facebook (zaman SMP), twitter (zaman SMK) dan baru-baru ini yang muncul adalah whatsapp mesenger. Siapa sih yang gak tau aplikasi sosmed tersebut ? **coba-coba beliin gadget baru dulu, ckckkckck.
          Kali ini ane ingin negebahas tentang whatsapp. Buat yang belum pernah lihat WA ane tunjukin nih penampakannya :



Rabu, 21 November 2012

Keberadaan-Mu Menguatkan-Ku part 2

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 06.09.00 0 Ocehan
Ibu ini coretan cinta ku untuk mu : 

Ragamu selalu hadir dalam kehidupan-ku
Belahan lembut-mu membuat-ku tenang
Nasihat-mu tak pernah henti menjadi alarm perilaku-ku
Lantunan shalawat-mu membuat-ku tertidur lelap setiap malamnya

Aku takut membayangkannya ketika ragamu menjauh
Aku takut merasakannya ketika belahan lembut tak pernah lagi hinggap dikepalaku
Aku takut tak mendengarnya ketika tak ada nasihat lagi
Aku takut tak mendengarnya ketika tak ada lantunan menemani tidur-ku

Ibu, aku membanggakan mu
Ibu, aku mencintai mu
Ibu, izinkan aku mengabulkan seluruh permintaan
Ibu, keberadaan-mu menguatkan-ku

Rabu, 14 November 2012

Keberadaan-Mu Menguatkan-Ku part 1

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 10.22.00 0 Ocehan
Bersyukur pagi ini masih bisa mencurahkan di blog tercinta.


          12 november 2012, pagi ini nuansa hati sedang tidak mendukung sekali. Aku terbangun ketika mendengar suara teriakan dari ruang bawah rumahku. "ayah .. ayah .. ayah"  seperti itulah yang terdengar. Spontan-ku langsung terbangun dan menghampiri sumber suara tersebut. Kaget dan campur panik ketika melihat ibu-ku terbaring diatas sajadahnya dengan memanggil nama ayah. Ketika ku tanya, ibu hanya menjawab, ibu belum shalat subuh dan kepala ibu pusing sebelah. Tanpa banyak kata langsung ku ambil aroma terapi dan balsem serta ku buatkan segelas teh hangat untuk menenangkan ibu-ku. 
          Setelah kondisi ibu mulai lebih baik, aku mulai bergegas menyiapkan diri untuk berangkat kantor dibilangan jakarta selatan. Di motor aku hanya merasakan kecemasan dan kekhawatiran atas kondisi ibu. Selain itu, aku takut sekali jika ibu harus pergi lebih dahulu. Aku hanya berdoa dan memohon kepada Allah SWT, jika memang berkenan izinkan aku untuk menggantikan sakit ibu.
          13 november 2012, pagi ini berangkat ke kantor jauh lebih tenang karena kondisi ibu sudah jauh lebih baik. Tak ada lagi perasaan cemas yang melanda ketika mengendarai motor. Dan hari ini aku harus segera pulang untuk menemani ibu ku. Perasaan-ku senang sekali ketika melihat ibu sudah mulai tertawa dan tersenyum kembali.
          14 november 2012, kejadian sebelumnya terulang kembali. Ibu sakit lagi dan pagi ini masih terbaring dikamar. Setelah kusiapkan sarapan maka ku siapkan diri untuk berangkat kantor lagi. Sebelum-ku pamit untuk berangkat, satu kalimat terlontar dari mulut ibu, "de, maafin ibu ya. Kamu makan yang benar dan jaga kesehatan". Tanpa menjawab sedikit pun maka aku langsung pamit dan bergegas untuk mengeluarkan motor.
 

Bocah Psikologi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review