Rabu, 09 April 2014

Fakta Tentang Call Center

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 07.59.00
Alhamdullillah masih ada kesempatan di tengah kesibukan tahun ini.


          Beberapa fakta yang terkadang kita tidak ketahui sebelumnya tentang call center. Call center sering kali menjadi bahan pelampiasan kemarahan para pelanggan dari jasa/produk perusahaan tersebut. Ane mengumpulkan beberapa hal berikut berdasarkan hasil wawancara dan kebetulan ane pernah bekerja dibagian tersebut selama beberapa tahun. Cekidot -_-




1. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Mereka sudah menerima call  puluhan bahkan ratusan karena sedang ada gangguan atau pengecekan jaringan. Smiling voice kepada pelanggan tetap harus dilakukan.

2. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Beraneka ragam karakteristik pelanggan, mulai dari yang gaptek sampai expert teknologi, pelanggan yang bijak sampai yang nguras batin. Mereka tetap harus membantu dengan intonasi tidak boleh berubah.

3. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Berapa kali mereka digoda bahkan dicaci oleh pelanggan dalam sehari melalui telepon. Mereka tetap harus ramah walau ingin rasanya mematikan telepon segera mungkin.

4. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Mereka sangat ngantuk, bahkan menerima telepon dengan mata terpejam. Mereka harus mendapatkan shift tengah malam barengan sama keluarnya jin tomang cari mangsa atau shift pagi buta bahkan ayam pun belum berkokok

5. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Mereka pun ingin membantu keinginanmu, tapi apa daya mereka tidak mampu berbuat karena terbatas prosedur perusahaan

6. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Padahal bukan kesalahan individu call center melainkan penanganan yang harus bertahap (biasanya pelanggan mau instan) kemudian pelanggan marah-marah dan seenaknya melontarkan mereka mulai dari Be**, ToL** atau sejenisnya sampai seisi ragunan keluar semua. Mereka ingin rasanya membalas kata-kata tersebut karena tidak pernah dilakukan seperti itu oleh orang tuanya namun apa daya

7. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Saat mereka mendapatkan telpon pertama pelanggan yang marah-marah dan membuat batin terluka kemudian telepon selanjutnya pelanggan yang gaptek. Mereka ingin rasanya mengikuti emosi (marah-marah) namun apa daya tetap harus mampu mengelola emosi.

8. Kamu tidak pernah tahu : 
=> Saat tanggal merah bahkan lebaran atau natal pun dimana saat kalian liburan atau berkumpul dengan keluarga, mereka tetap harus masuk untuk membantu kalian. Mereka iri karena tak seberuntung kalian



Ini tentang hati dan profesionalisme bukan tentang resiko kerja. Siapa pun pasti mengetahui kerja apapun pasti ada resikonya, tapi bisa kah memperlakukan mereka dengan lebih baik ?

STOP underestimate Call Center !!



1 Ocehan:

Anonim mengatakan...

wah ngena bgt di hati.

Posting Komentar

 

Bocah Psikologi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review