Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2021

Lakukan Saja Tanpa Tapi

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 21.50.00 0 Ocehan

 Lakukan Saja Tanpa Tapi

Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI

Sabtu, 16 Januari 2021

Indonesia Rentan Bunuh Diri 💫

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 18.26.00 0 Ocehan

Indonesia Rentan Bunuh Diri ðŸ’« 

Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI


Bunuh diri adalah salah satu kasus serius yang sering diabaikan. Entah karena dianggap sebagai sesuatu
yang terlalu ekstrem atau karena tidak paham akan tindakan bunuh diri. Bunuh diri adalah ekspresi dari
hilangnya harapan yang dicetuskan oleh ketidakmampuan individu dalam mengatasi stress. 

Jumat, 18 Desember 2020

Sudahkah Indonesia Bebas dari Penyakit Mental ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 19.18.00 0 Ocehan

Sudahkah Indonesia Bebas dari Penyakit Mental ?

Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI


Senin, 30 November 2020

Sudah Efektif kah Pendidikan di Indonesia ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 22.35.00 0 Ocehan

  Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI



Siapa yang masih ingat dengan slogan tersebut ? yang senantiasa dikumandangkan dimanapun bahkan sudah masuk ke iklan televisi nasional dan swasta.

Jumat, 13 November 2020

Pernahkah Memprasangkai Suatu Hal ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 18.11.00 0 Ocehan

 Pernahkah Memprasangkai Suatu Hal ?

Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI


        Pernahkah Memprasangkai Suatu Hal ? Oe rasa setiap manusia pasti pernah melakukan suatu penilaian terhadap apa yang dilihat atau didengar atau dirasa. Hanya saja yang membedakan adalah penilaian tersebut secara positif atau negatif memandangnya. Namun mayoritas Prasangka merupakan sikap, kepercayaan, perasaan, dan judgment negatif terhadap suatu kelompok dan seluruh anggota kelompoknya. Prasangka terbentuk karena pikiran dan perasaan buruk terhadap kelompok tertentu akibat pengaruh dari lingkungan atau pengalaman buruk terhadap seseorang pada suatu kelompok. Misalnya, karena beredar anggapan bahwa "orang padang itu pelit", maka seseorang dapat berprasangka bahwa semua orang padang merupakan orang pelit, sehingga membenci seluruh orang padang. Contoh lain, hanya karena satu orang padang tidak meminjami kita uang pada saat tertentu, kita langsung beranggapan bahwa seluruh orang padang itu pelit (padahal bukan karena orang padang itu benar-benar pelit, tetapi memang tidak memiliki uang atau sedang memiliki kebutuhan yang sangat mendesak).



        

Selasa, 27 Oktober 2020

Kamu Mayoritas atau Minoritas ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 21.29.00 0 Ocehan
Kamu Mayoritas atau Minoritas ?
Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)
Fakultas Psikologi UPI YAI


Pernah gak sih terpikir oleh Kalian menjadi kelompok Minoritas ditengah-tengah kelompok Mayoritas ? atau mungkin sebaliknya Kita menjadi kelompok Mayoritas ditengah-tengah kelompok Minoritas ?. Pilihan yang sulit, tapi Saya rasa suatu moment Kalian pasti akan merasakan berada dikedua-duanya.

Selasa, 20 Oktober 2020

Indonesia Sudah Murni Bhinneka Tunggal Ika Kah ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 21.33.00 0 Ocehan
 Indonesia Sudah Murni Bhinneka Tunggal Ika Kah ?
Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)
Fakultas Psikologi UPI YAI


Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa jawa kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna luhur, antara lain :

  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa keragaman, baik suku bangsa, agama, ras, antargolongan, bukan merupakan unsur pemecah. Melainkan faktor potensi atau modal terbentuknya persatuan dan kesatuan Indonesia. 
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia yang semakin kokoh. Karena pengalaman sejarah bahwa semangat kedaerahan hanya akan memecah belah bangsa Indonesia sehingga mudah dikuasai oleh bangsa lain. 
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa di tengah arus globalisasi yang sangat cepat dan terjadinya percampuran budaya diperlukan penyaringan. Agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh dan semangat berbeda tetapi tetap satu atau Bhinneka Tunggal Ika. 
  • Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu pilar selain UUD RI 1945 dan NKRI demi kokohnya kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2020

Pendekatan Dimensional Geert Hofstede dan Harry Triandis Tentang Budaya

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 13.07.00 0 Ocehan

Pendekatan Dimensional Geert Hofstede

        Hofstede menurunkan konsep budaya dari program mental yang dibedakan dalam tiga tingkatan (Hofstede 1980: 15), yaitu: 1) tingkat universal, yaitu program mental yang dimiliki oleh seluruh manusia. Pada tingkatan ini program mental seluruhnya melekat pada diri manusia, 2) tingkat collective, yaitu program mental yang dimiliki oleh beberapa, tidak seluruh manusia. Pada tingkatan ini program mental khusus pada kelompok atau kategori dan dapat dipelajari. 3) tingkat individual, yaitu program mental yang unik yang dimiliki oleh hanya seorang, dua orang tidak akan memiliki program mental yang persis sama. Pada tingkatan ini program mental sebagian kecil melekat pada diri manusia, dan lainnya dapat dipelajari dari masyarakat, organisasi atau kelompok lain. 

    Dalam ilmu sosial, pada umumnya tidak dapat dilakukan pengukuran suatu konstruk secara langsung, sehingga paling tidak harus digunakan 2 pengukuran yang berbeda. Program mental ini oleh Hofstede dijelaskan dengan dua konstruk yaitu value (nilai) dan culture (budaya). Nilai didefinisikan sebagai suatu tendensi yang luas untuk menunjukkan state of affairs tertentu atas lainnya, yang pengukurannya menggunakan belief, attitudes, dan personality. Sedangkan culture didefinisikan oleh Hofstede (1991: 4) sebagai program mental yang berpola pikiran (thinking), perasaan (feeling), dan tindakan (action) atau disebut dengan “software of the mind”.

Kamis, 08 Oktober 2020

Mungkinkah Budaya atau Tradisi Berubah ?

Diluncurkan oleh Bocah Psikologi di 22.02.00 0 Ocehan

Mungkinkah Budaya atau Tradisi Berubah ?

Ditulis Oleh Ultari Addie Syahputri (2067290147)

Fakultas Psikologi UPI YAI


        Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi akan membuat perubahan pada kehidupan manusia, budaya ataupun tradisi yang berlaku disuatu daerah. Selain itu, sebuah perubahan tersebut akan diperkuat apabila memang dikehendaki oleh masyarakat yang bersangkutan. Misalnya saja budaya atas penggunaan alat bajak sawah yang dahulu digunakan secara tradisional menggunakan Sapi namun memerlukan waktu yang lebih lama, sedangkan perkembangan zaman dan teknologi menciptakan alat bantu baru yaitu traktor yang otomatis dapat mempercepat proses.

        



       
 

Bocah Psikologi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review